Jumat, 05 Juni 2009

Surat cinta dari anak negeri

Surat cinta dari anak negeri
Demak, 05 Juni 2009

Dengan bayangan senyuman manismu yang senantiasa tergambar dalam ingatanku, ku tulis sebuah surat cinta untuk sang kekasih Adinda Retno Wulan.

Sebelumnya minta maaf, untuk para pembaca suratku ini, janganlah saya dimasukkan ke dalam bui, karena telah membuat surat cinta ini. Surat cinta ini hanya mempunyai tujuan mempererat silaturahmi antar sesama umat manusia. Tidak ada maksud hati untuk mencemarkan nama baik seseorang.

Dari lubuk hati yang terdalam, memang diantara kau dan aku tidak saling mengenal. Pada waktu itu aku hanya mengambil sebuah foto dari anak sekolah yang sedang menitipkan tugas dari sekolah dalam rangkan pembuatan struktur organisasi di kelasnya kepada anak rental computer. Kemudian di sana terdapat beberapa foto yang memang disiapkan untuk pembuatan struktur organisasi di kelasnya. Dengan sengaja aku melihat foto-foto tersebut, ku akui foto-foto tersebut cantik dan mempesona bagi anak laki-laki yang melihatnya. Tapi aku dapat membedakannya dengan cara aku sendiri. Foto-foto tersebut kemudian saya fotocopy dan hasilnya adalah foto dari Retno Wulan yang saya ambil. Meskipun di fotocopy, warnanya hitam putih, hanya milik Retno Wulan yang gambarnya masih bagus, jelas dan tetap kelihatan cantik. Foto milik Retno Wulan kemudian saya scan dan masuk ke dalam komputer, kemudian saya cetak.Dan saya gambar/lukis di buku gambar ukuran A3 dengan menggunakan pastel/crayon berwarna sehingga mirip aslinya. Tetapi sekarang aku sudah tidak punya foto Retno Wulan. Untuk mengabadikannya aku bermaksud membuat tulisan Surat Cinta dari Anak Negeri yang dimuat dalam blog pribadiku ini.

Atas nama cinta, izinkanlah kakanda mengucapkan "I Love You" untuk sang kekasih Adinda Retno Wulan.

Semoga Allah SWT, memberikan jalan lurus untuk kakanda yang sedang berjuang ini. Ih dinassiraatolmustaqim, Sirratolladzi na an amta alaihim ghoiril maghdhubi alaihim waladhoolin, Amin

From,

Setiya Gunawan

1 komentar:

  1. Datanglah, sayangku kan ku hapus air matamu,
    biar...oh biarlah

    BalasHapus